Kecerdasan Buatan Ancam Sarjana Ilmu Komputer

Saat ini, mungkin jurusan ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi dan lainnya termasuk dalam jurusan bergengsi dan banyak dicari perusahaan.
Namun menurut miliarder Mark Cuban, sarjana jurusan ini bakal kehilangan potensi di pasar masa depan karena kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

"Dua puluh tahun dari sekarang, jika kamu sekarang seorang coder, mungkin kamu akan segera kehilangan pekerjaanmu," ungkapnya saat diwawancarai oleh Kara Swisher dari Recode Decode, seperti yang dikutip Tekno Liputan6.com dari CNBC, Sabtu (1/6/2019).
Cuban menambahkan, kalau kemampuan coding hanya berhubungan dengan matematika dan untuk AI, manusia hanya perlu memahami tentang suatu topik jika ingin AI menyamai topik itu.
Contohnya, kalau AI ingin menjadi seperti Shakespeare, maka seseorang harus tahu soal Shakespeare.

Bergaji Paling Besar

Sementara, lulusan ilmu komputer dan sejenisnya jadi lulusan dengan peluang yang besar dan gaji yang tinggi. Bahkan di AS, lulusan jurusan ini punya rata-rata bayaran USD 70 ribu per tahun.
Banyak yang menilai kecerdasan buatan sebagai peluang, namun ada yang juga yang menganggap manusia harus berhati-hati. Perlahan, AI bakal menggantikan beberapa pekerjaan saat ini.
"Teknologi bisa digunakan untuk kebaikan dan keburukan, dan Anda harus berhati-hati saat mengembangkannya. Kecerdasan buatan adalah kasus langka, jadi kita harus proaktif dalam regulasinya," tutup Cuban.

Share:

Studi: Lulusan Ilmu Komputer di AS Miliki Gaji Terbesar

 Menjelang masuk ke dunia perkuliahan, biasanya remaja akan bingung untuk memilih jurusan yang diinginkan. Minat dan bakat anak, serta peluang di masa depan menjadi faktor utama mereka dalam menentukan jurusan.
Nah, baru-baru ini hasil penelitian LinkedIn mengungkap bahwa ilmu komputer merupakan jurusan yang paling menjanjikan. Sebagai informasi, LinkedIn merupakan media sosial yang diperuntukkan bagi profesional.

Dikutip dari Mashable, Jumat (1/9/2017), penelitian menyebutkan bahwa penghasilan terbesar penduduk Amerika Serikat berasal dari lulusan ilmu komputer. Mereka memiliki rata-rata gaji US$ 92.300 atau sekitar Rp 1,2 miliar.
Sementara lulusan dengan gaji terbesar lainnya adalah seni visual sebesar US$ 90,390 dan jurusan sosiologi sebesar US$ 87,900.
Dalam melakukan studi, LinkedIn mengumpulkan data dan informasi dari 2 juta pengguna LinkedIn hingga per April 2017. Namun mereka yang memiliki jabatan tinggi seperti CEO dan COO tidak masuk dalam pengumpulan data LinkedIn.
Hasil studi ini terbilang unik karena bidang teknologi tidak menempati daftar pekerjaan dengan gaji tertinggi. Bahkan, 8 dari 20 pekerjaan gaji tertinggi dipegang bidang kedokteran.



Share:

Situs WordPress Disusupi Hacker

 Penjahat siber, dalam hal ini hacker jahat, menggunakan akun admin (celah keamanan plugin) untuk menyerang situs WordPress. Serangan ini berlangsung sejak bulan lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.
Menurut penelitian terbaru dari penyedia keamanan siber Wordfence, kerentanan yang dikenal dalam plugin WordPress ini telah dieksploitasi dengan menyuntikkan JavaScript berbahaya ke bagian depan situs korban.
Lalu pelaku serangan menggiring pengguna internet ke situs yang disusupi tersebut untuk diarahkan ke konten yang berpotensi berbahaya, termasuk malware dan situs penipuan.

Peneliti Wordfence menemukan dari mana serangan itu berasal dan mereka telah mengidentifikasi berbagai alamat IP yang terhubung ke penyedia hosting web. Demikian seperti dikutip dari Tech Radar, Selasa (3/9/2019).
Namun, setelah masalah ini menjadi perhatian penyedia hosting, sebagian besar IP menghentikan aktivitas ilegal mereka. Namun, ada satu (IP) yang terdeteksi masih menggencarkan serangan.
Dalam sebuah blog, Mikey Veenstra dari Wordfence menjelaskan bahwa sebagian besar serangan berasal dari satu alamat IP.
"Alamat IP yang dimaksud adalah 104.130.139.134. Rackspace (penyedia server) saat ini menampung beberapa situs web yang mungkin disusupi. Kami telah menghubungi Rackspace untuk memberi tahu mereka tentang kegiatan ini, dengan harapan mereka akan mengambil tindakan untuk mencegah serangan lebih lanjut," tulis Mikey.

Tips Hindari Serangan

Semua serangan yang terjadi sejauh ini menargetkan beberapa kelemahan yang diketahui dari plugin NicDark, termasuk nd-booking, nd-travel, dan nd-learning.
Untuk mencegah serangan ini Wordfence memberikan beberapa tips kepada para pemilik situs WordPress.
Wordfence menjelaskan memperbarui plugin dan tema di situs WordPress adalah lapisan pertahanan yang sangat baik terhadap serangan seperti ini.
"Lakukan pembaruan dan pastikan kamu selalu menerima patch terbaru. Pengguna biasanya secara berkala menerima email yang memberi tahu mereka saat pembaruan tersedia," tutur Wordfence.

Share:

Intip 6 Fitur Terbaru Android Q


 Android Q, versi terbaru sistem operasi Android akan diluncurkan pada kuartal ke-3 tahun 2019. Hingga saat ini, versi Beta 2 Android Q sudah diluncurkan dan dapat diunduh di smartphone seri Pixel, Pixel 2 dan Pixel 3.
Ada beberapa fitur baru yang menonjol dari sistem operasi ini, seperti yang dilansir Tekno Liputan6.com dari Android Central, Senin (6/5/2019):

1. Kontrol Izin Aplikasi Lebih Luas
Kalau biasanya pop-up izin aplikasi muncul setiap saat pengguna membuka aplikasi, di Android Q nanti pengguna bisa memilih mengizinkan akses ke aplikasi dengan tiga opsi: sepanjang waktu, hanya pada saat aplikasi digunakan, atau menolak akses.
Google mencatat, di Android Q, pengguna diberikan kontrol akses aplikasi lebih luas. Pengguna bisa mengontrol akses ke foto, video, dan audio lewat perizinan yang lebih tertata, sehingga tidak ada lagi pop-up mengganggu yang muncul terus menerus menanyakan izin aplikasi.
2. Opsi Tema Baru
Pengguna bisa mengkostumisasi tema smartphone di sistem operasi Android Q. Di Beta 1, pengguna bisa mengganti aksen warna user interface (UI) secara keseluruhan, yang terdiri dari pilihan warna biru, hijau, ungu, dan hitam.
Sementara di Beta 2, terdapat fitur Pixel Themes. Meskipun belum difungsikan, banyak yang berasumsi Pixel Themes akan dirampungkan di versi final Android Q nanti.

3. Fitur Rekam Built-In-Screen


Kalau biasanya pengguna harus mengunduh aplikasi untuk merekam video di smartphone, maka dengan sistem operasi Android Q, pengguna bisa langsung merekam menggunakan fitur rekam built-in-screen. Fitur ini sudah hadir di versi Beta 1 Android Q.

4. Improvisasi Share Menu
Share menu yang dimiliki Android sekarang terbilang masih belum sempurna, meskipun berfungsi dengan baik. Untungnya, di Android Q, share menu mendapat perhatian khusus.
Google telah mengimprovisasi share menu dan mengenalkan Sharing Shortcuts dalam Android Q. Sharing Shortcut memungkinkan pengguna untuk membagikan foto, video, dan file lainnya secara lebih cepat.

5. Dukungan Lebih Baik Untuk Smartphone Foldable

Maraknya smartphone foldable atau smartphone yang bisa dilipat ke samping, seperti Galaxy Fold, membuat Android Q turut mengoptimalkan dukungan untuk perangkat jenis ini.
Google menyatakan, untuk membantu aplikasi berjalan dengan baik, pihaknya telah membuat beberapa perbaikan di Android Q, termasuk perubahan terhadap fitur onResume dan onPause untuk mendukung multi-resume serta memperbaiki fitur resizeable activity.

6. Mode Gelap Otomatis
Mode gelap atau dark mode sebenarnya sudah ditanamkan di Android Q versi Beta 1. Ke depannya, fitur ini bakal berjalan otomatis dengan jadwal yang bisa diatur sesuka hati.
Selain itu, mode gelap akan menyala secara otomatis ketika baterai smartphone melemah. Google memang pernah menyatakan kalau mode gelap bisa bantu merawat umur baterai.


Share:

Google Mulai Gulirkan Pembaruan Android Auto

 Ada kabar baik bagi pengguna mobil yang mendukung Android Auto. Google baru saja merilis pembaruan aplikasi yang memiliki kemampuan untuk menampilkan konten di perangkat berbasis Android ke layar di dasbor pengguna.
Aplikasi ini berbeda dengan Android Automotive yang merupakan sistem operasi yang dirancang untuk mobil pintar. Sejak diperkenalkan pada 2015, aplikasi ini sudah tersedia di sekitar 500 model mobil dari 50 perusahaan yang berbeda.
Mengutip Venture Beat, Kamis (1/8/2019), Google telah memamerkan pembaruan Android Auto pada Mei 2019.
Saat itu Google menyebut pembaruan ini "membantu pengguna melaju lebih cepat, menampilkan informasi dalam sekejap dan menyederhanakan aktivitas ringan saat mengemudi."

Ketika mobil dihidupkan dan pengguna menghubungkan perangkatnya ke Android Auto, aplikasi ini akan memutar media di perangkat dan menunjukkan aplikasi navigasi pilihan.
Aplikasi tersebut kemudian secara otomatis akan menampilkan rute yang sudah ditentukan di ponsel dan memulai navigasi. Jika belum menentukan rute pilihannya, pengguna mesti mengaturnya secara manual.
Untuk memulai navigasi ke tempat baru, pengguna dapat mengucapkan "Hei Google" sebagai perintah atau menyentuh lokasi tersebut di peta navigasi. Aplikasi itu kemudian akan menunjukkan rute navigasi.
Selain itu, pembaruan kali ini termasuk pusat notifikasi baru yang menampilkan panggilan, pesan, dan peringatan. Di kanan bawah, ada tombol pemberitahuan baru untuk semua panggilan, pesan, dan peringatan.
Pengguna dapat menekan lama tombol mikrofon di layar atau mengatakan "Hei Google" untuk memanggil Google Assistant untuk membuat panggilan, mengirim pesan dan membaca notifikasi.

Efisiensi Baterai di Android Q

Diwartakan sebelumnya, pembaruan Android Q menawarkan efisiensi baterai lebih baik terutama untuk pemakaian headphone nirkabel. Pembaruan ini memungkinkan pengguna Android tidak akan kehabisan baterai secara tiba-tiba.
"Karena headphone berteknologi True Wireless Stereo (TWS) terus mendapatkan tanggapan positif dari pasar dan pengguna, kami ingin mengakomodasi kebutuhan itu di seluruh sistem TWS," kata Google.
Akhir tahun ini, menurut Google, "Headphone berteknologi TWS dengan fitur Fast Pair akan dapat menampilkan informasi baterai individual bagi case dan buds."
Selain itu itu, Google juga akan memperbarui fitur "Find My Device" pada aplikasi dan versi situs web, yang memungkinkan pengguna melacak perangkat yang hilang.

Share:

Recent Posts